Media Promosi Potensi Usaha Kecil Menengah di Wonogiri

Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Wonogiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Wonogiri. Tampilkan semua postingan

Air Mancur Membangun Citra Jamu

Setiap industri jamu memiliki sejarah perkembangan masing-masing yang unik, dan perjalanan sejarah itulah yang menempa setiap industri jamu hingga menjadi perusahaan yang berpengalaman. Perjalanan sejarah itu pula yang membentuk perusahaan untuk tidak hanya sekedar dapat bertahan di era persaingan yang makin ketat, namun lebih jauh dari itu dapat meniti sukses dengan meraih pangsa pasar cukup besar sekaligus meraih peluang ekspor di pasar mancanegara.
20081212
Banyak industri jamu yang kurang menyadari pentingnya penerapan falsafah tersebut sehingga perkembangan bisnisnya dari tahun ke tahun tidak banyak mengalami kemajuan. Namun ada juga industri jamu yang betul-betul menerapkan falsafah itu secara konsisten di setiap lini produksi.

Empon-Empon, Andalan Baru Warga Rejosari, Jatisrono

Bagi petani, setiap jengkal lahan adalah harta yang sangat berharga. Karena itulah, warga di Desa Rejosari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, juga tidak membiarkan lahan mereka ada yang menganggur.



Lahan itu mereka tanami salah satu jenis empon-empon yaitu kunyit. Jerih payah ini tak sia-sia karena hasil tanaman mereka dibeli oleh perusahaan obat herbal terkemuka, PT Deltomed Laboratories, yang memiliki pabrik di Nambangan, Selogiri, Wonogiri. Jalinan kemitraan dengan perusahaan tersebut membuat para petani empon-empon bisa merasakan manfaat yang besar.

Keripik Tempe Jadi Andalan Desa Ngadiroyo


Solopos.com–Salah satu jenis makanan kecil yang terkenal dari Wonogiri adalah keripik tempe. Banyak desa menjadi penghasil camilan yang laris setiap Lebaran ini, salah satunya Desa Ngadiroyo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri.
Ada sedikitnya delapan warga yang mengembangkan usaha pembuatan keripik tempe di desa yang terkenal dengan Gunung Pegat-nya ini. Salah satu warga tersebut adalah Sakijo. Di rumahnya yang berada di Dusun Pojok, tiap hari Sakijo dibantu isterinya membuat keripik tempe dan beberapa jenis makanan kecil lain di antaranya keripik pisang.
“Kami sudah menjalankan usaha ini sejak sekitar 15 tahun lalu. Dari usaha inilah kami menghidupi keluarga dan membayai pendidikan ketiga anak kami. Memang hanya kecil-kecilan tapi ini telah menjadi sumber penghidupan kami,” ungkap Ny Sakijo, saat ditemui Espos di rumahnya, Minggu (31/7/2011).

Penjual Bakso Pikul Wonogiri Jadi Resto Franchise

Kisah sukses kali ini akan menceritakan seorang pengusaha sukses asal Wonogiri yang telah berhasil mengembangkan usahanya ke berbagai penjuru negeri. Namanya telah masuk ke tokohindonesia.com. Beliau baru saja wafat meninggalkan semangat bagi generasi muda wonogiri untuk terus berjuang dan berkarya untuk mencapai kesuksesan. Simak perjalanan hidup beliau ini.

Nama Lengkap : Ki Ageng Widyanto Suryo Buwono
Pekerjaan Utama : Pemilik Bakso Lapangan Tembak
Lahir : Wonogiri, Jawa Tengah, 15 Juni 1949
Wafat : Solo, Jawa Tengah, 9 Juli 2011
Agama : Islam
Pendidikan :
  • SMP Solo, 1965 - 1967
  • STM 1 Solo, 1968 - 1970

Aziz Widayanto - Petani Anggrek yang Sukses dari Wonogiri

Dalam usia relatif rnuda (35 th) Aziz Widayanto sudah bisa mewujudkan angan-angannya sebagai Kader Petani Muda yang mandiri. Kehidupan pria kelahiran 21 Juni 1975 terbilang sukses dengan rumah yang cukup megah, dan sebuah mobil pick-up untuk mengangkut hasil pertanian untuk memperlancar usahataninya.

Aziz yang telah mempersunting gadis pilihannya yang bernama Yustin Wariyanti 11 tahun yang lalu, telah mernbuahkan 2 orang anak (1 putri dan 1 putra). Sosok pemuda tani anggota Kelompok Tani Marsudi Tani, di Dusun Garon Desa Batuwarno, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri ini mempunyai motivasi kerja yang tinggi, dan mampu menjadi penggerak dan memberikan contoh pada masyarakat di sekitarnya, ternyata dengan berusahatani yang dirintis mulai tahun 2005 yakni budidaya pembesaran bibit tanaman anggrek, ia dapat hidup layak bersama keluarganya. Di balik kesuksesan tersebut nampaklah keteladanan yang tercermin dalarn kesederhanaan dan mampu memberikan magnet bagi warga lingkungannya.

Ary Suryani Sukses Berbisnis Kerudung Delani

produk kerudung delani 220x123 Percantik Jilbabmu, dengan Kreasi Kerudung Delani Sekali lagi, hobi ternyata bisa mendatangkan rejeki ketika kita mau tekun dalam mengembangkannya. Hobi yang mungkin bagi kebanyakan orang ‘hanya’ dianggap sebagai kegiatan sampingan untuk melepas penat, sebenarnya bisa menjadi ‘senjata’ untuk mendatangkan rupiah di kantong kita. Selain bisa mengembangkan skill yang dimiliki, dengan mengembangkan hobi yang tersebut, pastilah dalam mengerjakannya akan lebih menyenangkan.  Begitu halnya dalam dunia fashion, kebanyakan pelaku fashion pada awalnya menggeluti dunia tersebut sebagai sebuah hobi semata. Hal itu juga berlaku pada Ibu Hj. Ary Suryani Sudarmanto yang mendirikan usaha Kerudung Delani.

Bermula dari hobi mengutak-atik kerudung yang beliau kenakan sendiri. Ibu asli wonogiri tersebut kini memiliki tempat usaha yang dinamai Kerudung Delani. Memulai usaha pada tahun 2004, saat ini Ibu Ary memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar rumahnya untuk membantu mengerjakan usahanya yaitu memodifikasi kerudung. “Saya memberdayakan ibu-ibu di sekitar sini untuk bisa ikut serta mengembangkan hobi ini, namun untuk pola masih saya yang mengerjakan”, begitu kata Ibu Ary. Saat ini ada 7 orang ibu rumah tangga yang beliau berdayakan untuk membantu usaha Kerudung Delani. Ibu-ibu tersebut sebelumnya diberikan kursus singkat oleh Ibu Ary selama 1 minggu untuk paham dan bisa memodifikasi kerudung-kerudung ciptaan Ibu Ary.

Marzuki Abdullah Pendiri Tiga Serangkai Dari Wonogiri

tiga serangkai 250x146 Profil Pengusaha Tiga SerangkaiBagi para pelajar, keberadaan buku pelajaran sudah menjadi bagian dari aktivitas mereka selama duduk di bangku sekolah. Buku pengetahuan umum, buku pengetahuan alam, serta buku pelajaran lainnya memberikan kemudahan bagi para pelajar dalam menuntut ilmu. Buku pelajaran yang sering digunakan oleh sekolah – sekolah, salah satunya buku hasil produksi Tiga Serangkai.

Tiga Serangkai merupakan salah satu penerbit buku, khususnya buku pelajaran dan pengetahuan yang berdiri sejak 28 September 1958. Bermula dari sepasang suami istri (Alm) H. Marzuki Abdullah dan istrinya Hj. Siti Aminah, yang keduanya saat itu berprofesi sebagai guru sekolah dasar ( SD ) di Wuryantoro Wonogiri. Rasa tanggungjawab mereka sebagai seorang guru, menjadi motivasi bagi beliau untuk melihat para siswa berhasil dalam studinya. Dari keinginan tersebut mereka berinisiatif untuk mengumpulkan semua pertanyaan tentang pelajaran, dan menyusunnya menjadi kumpulan soal latihan ujian.