Media Promosi Potensi Usaha Kecil Menengah di Wonogiri

Disnakertrans Wonogiri Imbau Pengusaha Beri THR

WONOGIRI (KRjogja.com) - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Wonogiri Sri Wiyoso mengimbau para pengusaha memberi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan paling lambat sepekan sebelum lebaran namun apabila tak bisa memenuhi, harus mengajukan surat keberatan.

"Pengalaman tahun lalu tidak ada satu perusahaan yang melaporkan keberatan dan berharap tahun ini juga tidak ada masalah," katanya, Selasa (9/8).

Karena itu, Dia menjelaskan Disnakertrans akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada para pengusaha untuk memberikan THR sesuai Permenaker Nomor 7 Tahun 1994. Sedangkan teknisnya masih menunggu SE Gubernur Jawa Tengah dan saat ini ada 200 perusahaan dengan berbagai skala usaha.

Silaturahmi Pengusaha Wonogiri

Tidak salah masyarakat umum memberikan label bahwa orang Wonogiri terkenal akan keuletan dan kegigihannya. Hampir di seluruh pelosok Indonesia, di situ ada orang yang berasal dari Wonogiri. Apapun profesi dan pekerjaanya, dari jualan bakso, mie ayam, tukang jamu, tukang bangunan, dan tidak sedikit yang menjadi pengusaha sukses di daerah perantauan.

Adalah pengusaha Wonogiri yang Jakarta dan sekitarnya, seperti kita tahu Tgl. 20 Oktober 2010 kemarin, Di kota yang berdiri tegak Monas Perkasa ini, di banjiri demonstran dari berbagai elemen Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada Pak Presiden.

Jalanan Macet, bahkan ada desas desus isu indikasi bakal ada kerusuhan dll. Tidak menyurutkan semangat para Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Pengusaha dari Wonogiri untuk menghadiri  pertemuan Silaturahim pengusaha Wonogiri yang di selenggarakan di Sekretariat PAKARI Jl. Leuser  No.72B Jakarta Selatan.

Hendro Widodo Sukses Dengan Tiwul dan Gatot

3852346460 370ab5c9a0 220x165 Bukan Sekedar Makanan “Ndeso”Sebagai orang Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, pasti kenal dengan makanan tradisional bernama Tiwul dan Gatot. Dua jenis makanan ini terkenal sebagai makanan orang susah. Karena jika beras mahal atau sawah mengalami kekeringan, orang desa akan mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar ketela kering (gaplek) yang dihaluskan ini. Masih banyak kita jumpai makanan ini di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah, Gunung Kidul, Yogyakarta dan Blitar Jawa Timur.

Namun jangan salah, makanan tradisional seperti tiwul dan gatot kini bukan sekedar makanan ndeso lagi, ternyata bisa menjadi bisnis yang menguntungkan bagi seorang Hendro Widodo. Pria yang berasal dari Serengat Blitar ini melihat ada peluang bisnis pada makanan tradisional ini. Dan pada tahun 2003 Hendro mulai memproduksi tiwul dan gatot dalam kemasan, atau ia menyebutnya tiwul dan gatot instan. Proses menjadikan tiwul dan gatot instan cukup panjang. Hendro kerap mengganti resep agar semakin sempurna. Banyak komplain dari konsumen, namun itu justru menjadi masukan berharga bagi Hendro. Dan baru pada awal 2004, Hendro memberi merek dua produknya Titan dan Gatan.

Sakidjan, Sukses Berdagang Mie

Tepatnya 1 Desember 1957 di kota Wonogiri lahirlah seorang bayi laki laki dari rahim seorang ibu yang bernama Painem, lalu bayi itu di beri nama Sakidjan. Th 1970 Sakidjan tamat Sekolah Dasar berijazah di kota Jatiroto.

Singkat cerita 1973 atau tepatnya +18 Th kemudian, Sakidjan mencoba untuk mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta yang katanya sekejam kejamnya ibu tiri lebih kejam Kota Jakarta. “ Hmmm…apakah iya Jakarta seperti itu…? “ gumam Sakidjan. Tak perduli apa kata orang bahwa jakarta itu kejam Sakidjan pun membulatkan tekad untuk Hijrah ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta Sakidjan yang bermodal nekat (red : modal denkul) alias tidak punya keterampilan, Sakidjan pun bingung mau apa dan harus bagaimana sedangkan kerabat,saudara ataupun teman di kota yang semewah ini Sakidjan tidak punya.

Sudwikatmono, Pengusaha Sukses Dari Wonogiri

Sudwikatmono Orang Wonogiri tepatnya Wuryantoro Kota Kecamatan yang letaknya sebelah selatan Kota Wonogiri berjarak sekitar 20 Km. Sudwikatmono Orang Wonogiri meninggal beberapa hari lalu, namun namanya masih terus ditulis banyak media dan mengulas berbagai cerita tentang Sudwikatmono.

Sudwikatmono, mantan si raja sinepleks, berniat membangun kerajaan bisnisnya lagi. Yang Mencoba Tidak Menyerah dan Tidak Lari.

Ini bukan dongeng seribu satu malam. Seorang konglomerat jatuh, karena langit tempatnya bergantung runtuh. Ia bagian dari beberapa konglomerat yang tumbuh bersama kekuasaan.

Kisah Sukses Pengusaha Jamur

jamur kuping4 200x155 Kisah Sukses Pengusaha Jamur Sukses dengan berbisnis jamur tentu bukan hanya isapan jempol belaka. Semua orang memiliki peluang yang sama untuk bisa meraih sukses melalui bisnis jamur. Salah satunya yaitu Ir. Eddy W. Santoso yang sukses membangun PT. Teras Desa Intidaya untuk membudidayakan jamur lingzhi, hiratake, shiitake, hon shimeiji, jamur tiram, jamur kuping, maitake, dan enoki.

Memulai usaha budidaya jamur di saat krisis moneter terjadi, tentu bukan perkara mudah bagi seorang Eddy W. Santoso. Pada awalnya lelaki lulusan Teknik ITB ini tidak tertarik untuk terjun menekuni bisnis budidaya jamur. Beliau lebih berminat menekuni bisnis komputer sebagai peluang usaha yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Namun sayang, perjalanan bisnis komputer yang telah dijalankannya selama 15 tahun ini harus gulung tikar diterjang badai krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997.

Kisah Sukses Seorang Pembersih Kaca

Bagi orang-orang menengah atas, mengendarai mobil yang bersih, wangi dan terawat mesin dan bodinya merupakan suatu kebutuhan. Mobil, bagi mereka bukan sekedar alat transportasi, tapi sekaligus sebagai simbol prestise dan kebanggan. Tidak heran kalau mereka ingin mobilnya tetap kelihatan bersih dan mengkilap. Sebab itu, untuk membuat mobil tampak cantik, mereka tidak keberatan mengeluarkan kocek minimal Rp 500 ribu setiap kali berkunjung ke bengkel salon mobil.Kisah sukses seorang pembersih kaca, dimulai dari seorang lelaki bernama Haji Akbar Sarwono. Pemilik dan pendiri salon kecantikan mobil HAS, memang jeli menangkap peluang bisnis. Di Jakarta adalah lokasi pilihan yang tepat untuk membuka usaha tersebut. Karena perkembangan ibu kota begitu cukup pesat dalam perekembangan jumlah mobilnya, terutama pemilik mobil pribadi. HAS, panggilan akran Haji Akbar Sarwono, kini telah mempunyai lima bengkel di Jakarta yang setiap bulannya didatangi hampir 400 mobil untuk mempercantik interior mapun eksterior mobil. Menurut HAS, jumlah tersebut masih dapat ditingkatkan. Kendala HAS bukan pada pasar, tapi teknis, seperti keterbatasan tenaga kerja dan ruang pembersihan.